
Asesmen Lapangan Akreditasi BAN-PT merupakan proses verifikasi, validasi, dan evaluasi secara langsung yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi ke lokasi kampus untuk mencocokkan data pada laporan evaluasi diri dengan kondisi nyata di lapangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menilai kualifikasi, kelayakan, serta efektivitas penyelenggaraan program akademis dan manajerial perguruan tinggi. Bagi Universitas LIA, asesmen lapangan ini berfungsi sebagai instrumen penjaminan mutu eksternal untuk memastikan standar pelayanan pendidikan tetap terjamin, meningkatkan kredibilitas institusi di mata masyarakat dan dunia kerja, serta menjadi pijakan strategis dalam pengembangan mutu kampus secara berlanjut.
Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam menjaga kualitas tata kelola tersebut, Universitas LIA menyelenggarakan kegiatan Asesmen Lapangan Akreditasi bersama BAN-PT selama dua hari penuh di lingkungan kampus Universitas LIA. Dalam peninjauan ini, BAN-PT menerjunkan empat tim asesor ahli untuk menguji dan mengevaluasi berbagai aspek akademis serta manajerial di Universitas LIA. Para asesor yang bertugas terdiri dari Dr. M.Sn. Agung Eko Budiwaspada dari Institut Teknologi Bandung, DR. ST., MT, MOS, MCE. Ai Rosita dari Universitas Widyatama, Dr. S.Pd., M.Pd. Esti Junining dari Universitas Brawijaya, serta Domo Pranoto mewakili pihak BAN-PT.
Rangkaian Evaluasi dan Penilaian Komprehensif
Rangkaian asesmen diawali dengan acara pembukaan resmi dan perkenalan hangat antara Tim Asesor BAN-PT dengan jajaran pimpinan perguruan tinggi serta para tamu undangan. Usai pembukaan, agenda hari pertama langsung berfokus pada pembahasan mendalam mengenai kriteria diferensiasi misi serta implementasi budaya mutu yang selama ini diterapkan di lingkungan Universitas LIA. Diskusi pada sesi ini melibatkan jajaran pimpinan institusi bersama para kepala bagian terkait.
Memasuki hari kedua, proses asesmen dilanjutkan dengan penggalian data pada aspek-aspek krusial penyelenggaraan perguruan tinggi. Tim asesor secara berurutan membahas kriteria relevansi pendidikan, yang kemudian disambung dengan pembahasan relevansi penelitian serta pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Aspek akuntabilitas institusi juga menjadi salah satu poin utama yang ditelaah secara cermat bersama pihak pimpinan dan unit terkait.
Suasana asesmen semakin dinamis ketika memasuki sesi wawancara dan peninjauan lapangan. Tim asesor membagi fokus ke dalam beberapa sesi paralel untuk menggali gambaran riil mengenai kehidupan kampus dan kemitraan. Sesi wawancara dilakukan secara terpisah bersama perwakilan mahasiswa, alumni, serta para mitra dan pengguna lulusan untuk mengukur dampak serta relevansi lulusan LIA di dunia kerja. Di saat yang sama, wawancara juga digelar bersama para dosen dan tenaga kependidikan, berdampingan dengan peninjauan langsung terhadap kelayakan sarana dan prasarana kampus.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian umpan balik (feedback) serta saran pembinaan konstruktif dari Tim Asesor BAN-PT kepada jajaran pimpinan Universitas LIA. Hasil akhir dari kegiatan Asesmen Lapangan oleh Tim Asesor BAN-PT ini nantinya akan berupa status dan peringkat akreditasi resmi untuk Universitas LIA. Melalui proses asesmen yang transparan dan menyeluruh ini, Universitas LIA optimistis dapat terus menguatkan perannya sebagai lembaga pendidikan yang akuntabel, berkualitas, dan berdaya saing tinggi.






