
Mengajar anak-anak membutuhkan lebih dari sekadar mengadaptasi metode yang biasa digunakan untuk peserta didik dewasa. Young Learners memiliki karakteristik, kebutuhan, dan cara belajar yang berbeda. Karena itu, guru membutuhkan bekal dan strategi yang secara khusus dirancang untuk mendampingi proses belajar mereka.
Hal inilah yang menjadi fokus RBC TEFL-C, pelatihan bagi guru LB LIA yang berlangsung pada 28 September–1 Oktober 2026 di Auditorium LB LIA Pengadegan.
Sebanyak 26 peserta dari berbagai cabang LB LIA di Indonesia mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari proses pengembangan kompetensi untuk mengajar Young Learners.
Dari Pengalaman Mengajar Menuju Kompetensi Baru
RBC TEFL-C dirancang bagi guru LB LIA yang telah menyelesaikan TEFL-A untuk pengajaran General English bagi Adults dan Teens, memiliki pengalaman mengajar minimal satu tahun, serta siap mengembangkan kompetensi untuk mengajar Young Learners.
Pelatihan ini tidak dimulai dari nol. Para peserta membawa pengalaman dan fondasi mengajar yang telah mereka miliki, kemudian mengembangkannya dengan pengetahuan, keterampilan, dan strategi baru yang dibutuhkan dalam pembelajaran anak.
Melalui berbagai kegiatan praktik, teaching practice, feedback, observation, dan reflection, peserta mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan strategi yang dapat langsung diterapkan di kelas Young Learners.
Belajar Mengajar dengan Quest Learning
Salah satu fokus utama RBC TEFL-C adalah penerapan Quest Learning, kurikulum Young Learner LB LIA.
Dalam Quest Learning, setiap pembelajaran dirancang sebagai sebuah perjalanan yang memiliki tujuan. Setiap lesson memiliki Mission yang perlu dicapai oleh siswa.
Untuk mencapai Mission tersebut, siswa melewati serangkaian tugas, tantangan, dan praktik yang membantu mereka mengembangkan kemampuan bahasa sekaligus keterampilan yang diperlukan. Dalam prosesnya, siswa juga dapat memperoleh rewards, baik secara individu maupun kelompok.
Peran guru menjadi penting dalam memastikan perjalanan belajar tersebut berlangsung secara bermakna. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga memperkenalkan Mission, memberikan language input yang diperlukan, memandu siswa dalam praktik, hingga membantu mereka mencapai Mission.
Menyiapkan Pengalaman Belajar yang Konsisten
Lebih dari sekadar pelatihan, RBC TEFL-C menjadi bagian dari upaya LB LIA untuk memastikan para guru memiliki kesiapan yang sama dalam menghadirkan pengalaman belajar Young Learners yang bermakna melalui Quest Learning.
Dengan bekal pengalaman yang telah dimiliki dan kompetensi baru yang dikembangkan melalui RBC TEFL-C, para guru diharapkan semakin siap membawa pendekatan pembelajaran Young Learners ke ruang-ruang kelas LB LIA di berbagai daerah.
RBC TEFL-C — Preparing Teachers for Young Learners and Quest Learning.




